Blog

NGABUBURIT ASIK DI KOTA GARUT

Buat pendatang yang baru mengenal kota Garut, tidak perlu merasa bingung jika ingin mencari hiburan untuk anak-anak. Alun-alun di Mesjid Agung Garut saat ini menjadi tempat bermain anak yang cukup menarik. Selain anak-anak bisa berlari ke sana kemari atau bermain bola, banyak warga setempat yang menyewakan alat permainan dan olahraga berupa sepeda yang beragam bentuknya, becak kecil, motor kecil, hingga delman yang ditarik oleh domba Garut. Pernah dengar domba garut kan? Domba ini adalah hewan khas Garut yang terkenal kekar dan tangguh saat diadu. Bentuk tanduknya itu lho, lucu dan gagah. Alat permainan itu bisa disewa dengan harga mulai dari Rp. 5.000 saja. Misalnya, naik delman domba hanya 5.000 rupiah untuk 1 putaran mengitari alun-alun. Kalau sepeda yang bentuknya lucu-lucu itu harganya ada yang mulai dari 5.000 rupiah untuk 2 putaran. Sambil mengisi waktu buka puasa, seru banget sambil main dan olahraga. Menjelang sore pun tukang dagang di seputar alun-alun ini banyak yang menjual makanan untuk tajil atau pembuka. Kalau penasaran, ayo datang ke kota Garut! -ER-
Read More
Blog

KENAPA LOMBOK BIKIN HATI SUSAH MOVE ON

Kenapa Lombok Bikin Hati Susah Move On Lombok? Cabe? Bikin kapok atau ketagihan? Nah gitu deh kalau udah ngerasain nikmatnya lombok dan juga Lombok hehe… Lombok adalah destinasi yang saya cita-citakan untuk dikunjungi tahun ini. Saya adalah pecinta pantai, khususnya pantai berair tenang dan bening yang bisa diintip untuk snorkeling. Saya juga pengagum pemandangan menakjubkan hasil ukiran Sang Pencipta. Begitu ada kesempatan mengunjungi Lombok, langsung saya putuskan untuk segera berangkat. Duh senengnya bakal menjelajahi Indonesia timur. Tau kan image Indonesia timur di kalangan traveler? Iya, konon, makin ke timur Indonesia, pemandangannya makin keren! Dan saya udah membuktikan pemandangan keren itu sejak dari dalam pesawat. Pokoknya mengagumkan banget… Begitu pula saat hampir tiba di Lombok, mata saya sudah tidak bisa berpaling dari jendela pesawat udara Garuda Indonesia yang saya tumpangi. Saya mengagumi karya Tuhan yang terpahat di Pulau Lombok. Pantai berpasir putih, air laut yang bening, pulau-pulau kecil, daratan dan gunung Rinjani di kejauhan, awan-awan kecil yang menaungi daratan di bawahnya, seakan lengkap membawa lamunan saya tentang surga dunia. Dunia aja begini indahnya apalagi surga beneran ya. Sesampainya di Lombok, saya melihat ada baligo dan umbul-umbul acara tradisi Bau Nyale. Wah, ternyata tadi malam sebelum saya datang nih baru berlangsung. Saya nyaris bisa menyaksikannya. Sayang saya telat hanya belasan jam saja. Hiks… Tapi semangat menjelajahi Lombok tetap menyala karena sudah terbayang bahwa jadwal hari itu akan menuju ke Kampung Suku Sasak. Banyak cerita menarik di kampung ini. Kami singgah di sebuah desa yang masih menjaga kelestarian adat istiadat suku sasak. Namanya adalah Desa Sade. Di sana masih terdapat bangunan asli yang lantainya terbuat dari tanah liat dan dilumuri oleh kotoran sapi. Adat pernikahannya pun masih melestarikan budaya culik atau merari atau semacam kawin lari. Setelah mengunjungi Desa Sade, kami menuju Mesjid yang berada di Islamic Centre Mataram Lombok. Mesjid tersebut memiliki bedug yang sangat besar. Rupanya bedug tersebut adalah sumbangan dari kumpulan orang Tionghoa. Setelah dari mesjid, kami menuju ke daerah Pantai Senggigi karena hotel sudah tersedia di daerah ini. Pantai ini merupakan pantai yang sangat panjang. Pemandangan ke arah pantai bisa dinikmati dari pinggir jalan yang berkelok dan menanjak serta menurun. Masih sangat banyak destinasi menarik dari pulau ini. Selain pemandangannya, juga ada yang menarik karena tradisinya. Yang indah pemandangannya antara lain beberapa gili, seperti Gili Trawangan dan gili lainnya. Pantai? Wah banyak banget… Ada lagi destinasi wisata baru yang ingin dikembangkan oleh pemerintah setempat yang bukan pantai melainkan hutan! Ya, namanya Hutan Sesaot. Di hutan ini ada sungai yang airnya sangat bening dari gunung dan memantulkan warna kehijauan. Selain itu ada tradisi Malean Sampi yang nantinya akan diberi tempat khusus oleh Pemda Kabupaten di Lombok. Malean Sampi adalah tradisi yang melombakan sapi di kalangan petani dan peternak. Di Lombok, kita juga bisa berkunjung ke desa yang wisata tempat berkumpulnya industri rumahan kerajinan kain tenun. Contohnya adalah Desa Sukarare. Di desa ini kain ditenun oleh para wanita. Sehelai kain sebesar ukuran separuh kain hanya bisa diselesaikan dalam waktu 2 minggu. Belum puas rasanya menjelajahi Lombok. Sepertinya suatu hari nanti harus saya jadwalkan untuk kembali ke sini dan melihat lebih banyak lagi hal menarik di Lombok yang bakal bikin susah move on.
Read More
Blog

TRAVELLING ASYIK, KULIT TETAP CANTIK

Sebagai penyuka jalan-jalan, sering perasaan dihadapi dilema. Kulit tetap cantik tapi diam aja di rumah, atau bepergian terpapar matahari dengan resiko kulit wajah terbakar? Ih…dua-duanya gak pengen… Pengennya sih udah jelas, jalan-jalan ke banyak tempat tapi kulit juga tetap oke. Hidup itu cuma sekali kan? Ngapain kalau ada kesempatan tidak dimanfaatkan untuk melihat dunia ciptaan Tuhan ini. Nah, untuk dapetin semua keinginan itu, harus ada solusi. Sinar matahari itu kadang jadi kawan, kadang jadi lawan. Kemanapun kita bepergian, kalau gak ada sinar matahari dan hujan atau mendung, sangat ngga asik. Buat penyuka selfie dengan latar belakang pemandangan indah, yah bisa kecewa kalau ga ada sinar matahari. Matahari juga bagus untuk tanaman. Kalau diibaratkan bahan bakar, saat “memasak” makanan panasnya lebih optimal sehingga tanaman akan lebih maksimal mengolah zat-zat yang dipergunakan untuk tumbuh. Tapi kenapa matahari kurang bagus untuk kulit? Pada jam tertentu, sinar matahari membuat kulit kita terbakar dan bisa menyisakan noda matahari atau flek. Apalagi untuk yang memiliki kulit cerah, biasanya kulit cenderung lebih sensitif dan lebih terlihat bercak-bercak di kulit sehingga dapat mengurangi rasa percaya diri juga. Saya sendiri termasuk orang yang masuk kategori pemalas untuk dandan. Peralatan “perang” alias kosmetik yang sering saya bawa cuma krim pelembab, sunscreen, dan sabun muka aja. Kadang kalau inget saya bawa juga krim malam. Tapi..sssttt sering lupa dipakai hehe… Yah dengan selera berdandan yang sangat minimalis ini, minimal saya sadar untuk melindungi kulit dari matahari aja deh. Pelembab juga penting tentunya karena kalau kulit kering akan terasa perih dan tidak nyaman. Bulan Oktober lalu saya baru saja bepergian jauh lagi, tujuannya ke Negara China. Lumayan pede sih jalan-jalan di sana, soalnya perbekalan saya udah dilengkapi dengan perangkat perawatan wajah dari DF Clinic yang bentuknya imut dan gak menuhin tas saya. Alhamdulillah, jalan-jalan nyaman, kulit tetap (diusahakan) menawan hehehe… Buat traveler yang butuh informasi dan produk perawatan wajah seperti ini, bisa langsung kontak ke http://www.dfclinic.com aja ya. Klinik khusus kesehatan dan kecantikan kulit ini berlokasi di Bandung. Produknya oke banget nih, apalagi saya selalu dikasih tips kesehatan kalau konsultasi ke pakar aestetik kulit yaitu dokter David. Jadi gak cuma dapet kulit cantiknya, kesehatan dan cara hidup sehat juga jadi sesuatu yang penting untuk diperhatikan. Saya udah mencoba, kamu mau juga?
Read More
Blog

KISAH SEDIH FAIZ, SI KECIL PIATU

[caption id="attachment_592" align="alignnone" width="300"] Faiz dan kakak laki-lakinya yang berumur 6 tahun[/caption] Namanya Faiz. Umurnya baru 4 tahun. Dia adalah penghuni termuda Panti Sosial Asuhan Anak di Jl. Pasundan Garut. Pada saat masuk ke Panti, usianya masih 3 tahun. Di usia yang masih semuda itu, dia sudah merasakan kegetiran hidup yang luar biasa. [caption id="attachment_598" align="alignnone" width="217"] Faiz dan penulis[/caption] Sebelum menghuni panti ini, dia hidup bersama bapaknya. Sang bapak adalah seorang pekerja bangunan yang bekerja dari pagi hingga sore. Mereka menempati kamar kontrakan di Jakarta. Setiap si bapak pergi bekerja, Faiz dan kakaknya terpaksa dikurung di kamar hingga segala sesuatu dilakukan di kamar tersebut. Dua anak kecil malang ini hampir setiap hari mengalami hal tersebut. Kadang, si bapak tidak menyediakan makanan sehingga anak-anak ini kelaparan seharian. Bahkan, karena dikunci, anak-anak ini buang air besar dan kecilpun di kamar tersebut. Lalu kemana ibunya? Faiz kecil sering menceritakan hal terakhir yang diingatnya tentang sang ibu. Tutur kata polosnya bercerita bahwa dia melihat sang ibu ditendang oleh ayahnya hingga terjengkang jauh ke pojok ruangan. Si ibu menangis kesakitan lalu dibawa oleh ayahnya ke rumah sakit. Ayah dan anak pun ikut menunggui ibunya di rumah sakit. Tapi besoknya ibu sudah dibungkus dan dibawa ke kuburan. Faiz menyebut ayahnya jahat karena sering memukul ibunya. Hati siapa yang tidak sedih mendengar penuturan lugu dari anak sekecil ini. Pengalaman hidupnya begitu perih hingga tidak bisa lagi merasakan pelukan hangat ibundanya. Kenapa kisah Faiz ini begitu terekam dan ingin saya bagikan? Saya tidak ingin ada Faiz-Faiz lain yang menderita karena kehilangan ibunya dan saya tidak ingin ada perempuan-perempuan lain yang merasakan siksaan dari suaminya. Perempuan itu untuk disayangi, dikasihi. Jangan sakiti hatinya, apalagi fisiknya. Buat laki-laki yang merasa tenaganya masih berlebih, masih banyak cara untuk melampiaskan kekuatan. Bisa ke batu bata, bisa ke es batu, tapi jangan ke tubuh perempuan, ibu dari anak-anakmu. Semoga engkau wafat dalam keadaan khusnul khotimah Bu… Anakmu Faiz sudah dirawat dengan baik di panti ini. Semoga traumanya hilang dan dia bisa tumbuh ceria seperti anak-anak lainnya. (tak terasa air mata meleleh saat menuliskan kisah ini-ER)
Read More
Blog

KEJUTAN GURITA MERAH ( CERITA ANAK )

RABU, 27 NOVEMBER 2013 Kejutan Gurita Merah Prajurit istana laut mengumumkan bahwa seminggu lagi akan digelar pesta rakyat. Taman terumbu karang di alun-alun istana dipilih sebagai tempat digelarnya pesta yang rutin dirayakan setiap tahun itu. Penghuni laut terlihat antusias. Mereka berbondong-bondong mendaftarkan diri untuk memeriahkan pentas seni. Ini adalah kesempatan untuk menghibur Raja Penyu yang akan hadir pada acara tersebut. Pasukan Ikan Barakuda dibawah pengawasan Panglima Pari mulai membangun panggung. Dengan sigap Gurita Merah bersama penghuni laut lainnya ikut membantu. Dalam sekejap terumbu karang disulap menjadi panggung megah nan indah. “Terima kasih atas bantuan kalian,” kata Panglima Pari sambil menundukkan wajahnya sebagai tanda hormat. “Kami bangga bisa membantu, Panglima,“ jawab Gurita Merah diikuti anggukan teman-temanya. “Baiklah, sampai ketemu saat pesta nanti,” Panglima Pari meninggalkan terumbu karang diikuti Pasukan Barakuda. *** Dua hari menjelang pesta, penghuni laut tampak sibuk. Namun Gurita Merah justru bingung. Dari balik batu besar, ia mengamati kegiatan teman-temannya di alun-alun istana. Ubur-ubur, Putri Duyung, dan si kembar Ular Laut sedang latihan bersama. Sekelompok ikan berwarna cerah dan Ikan Lepu Ayam berjalan mondar-mandir dengan anggun sambil memamerkan sirip indahnya. “Apa yang kau lakukan di sini, Guri?” Sapa Kuda Laut mengagetkan Gurita Merah. “Eh, oh, hmm, aku… aku hanya ingin melihat-lihat,” sahut Gurita terbata. “Ayo, bergabunglah dengan kami. Kita latihan bersama!” ajak Kuda Laut. “Hmmm, tidak. Maaf, aku pulang dulu, ya,” Gurita meninggalkan Kuda Laut. Di dalam rumahnya, Gurita Merah berjalan mondar-mandir. Sudah berkali-kali ia berlatih sulap, namun hasilnya tak sehebat saat ia tampil bersama Ubur-ubur dan Ular Laut di pesta rakyat tahun lalu. Andai saja Ubur-ubur dan si kembar Ular masih mau bermain sulap bersamaku, keluh Gurita. Ia berjalan gontai menuju jendela, ditebarkan pandangannya ke halaman. Rumput laut yang melambai menarik perhatiannya. “Aha… aku ada ide.” Gurita melesat pergi dan kembali lagi dengan setumpuk rumput laut. Dengan cekatan ia memotong dan mengikat rumput laut, kemudian mengenakannya di kepala. “Tapi… ini belum istimewa,” keluhnya saat mendapati bayangannya di cermin. Dengan geram dilahapnya helaian rambut palsu rumput laut yang menjuntai ke mulutnya. “Hmmm… ini baru istimewa,” Gurita bersemangat mengunyah rumput laut. Ia kembali ke halaman untuk mengambil rumput laut, dan membawanya ke dapur. Dengan cekatan Gurita menggunakan lengan-lengannya untuk memotong, mengaduk, memasak, dan menyajikan rumput laut menjadi makanan lezat dalam sekejap. Keesokan harinya, Gurita kembali melatih kecepatan memasaknya. Ia pun menambah daftar menu makanan berbahan rumput laut yang akan disajikan pada saat pesta rakyat nanti. Hari mulai gelap, namun Gurita masih saja sibuk di dapurnya. Saat semua penghuni laut terlelap, Gurita berhasil menyempurnakan masakannya. Ia pun bergegas menemui Panglima Pari untuk mendaftarakan diri di pertunjukan pentas seni. “Ide kreatifmu sangat bagus. Tapi, kenapa baru sekarang mendaftar, padahal besok pagi acara akan dimulai,” kata Panglima Pari ragu. “Maaf, Panglima, saya terlambat. Tapi… berilah saya kesempatan,” bujuk Gurita. Panglima Pari tampak bingung, ia memanggil beberapa prajurit istana yang melintas saat berjaga malam. Panglima berbisik dan dijawab dengan anggukan prajurit. “Baiklah, Guri, kami akan membuatkan panggung khusus untuk atraksimu besok,” Panglima Pari meluluskan permintaan Gurita Merah. Gurita senang sekali. Ia tak sabar menunggu pagi untuk menunjukkan kejutan istimewanya untuk Raja Penyu dan teman-temannya. *** Pagi yang dinanti pun tiba. Dengan wajah berseri, penghuni laut berkumpul di alun-alun istana. Gegap gempita menyambut kedatangan Raja Penyu bersama pasukan Ikan Barakuda yang gagah. Panggung terumbu karang kian semarak dengan penampilan penghuni laut. Tarian kolosal Ubur-ubur dipandu nyanyian Putri Duyung membuat seluruh hadirin berdecak kagum. Penonton pun dimanjakan dengan keindahan warna-warni ikan hias yang dipimpin oleh Ikan Lepu Ayam. Mereka berjalan gemulai di atas panggung, bagaikan parade peragaan busana. Sekelompok Kuda Laut pun tampil memukau dengan senam massalnya, diakhiri dengan tarian akrobatik si kembar Ular Laut. “Dan inilah penampilan terakhir. Mari kita sambut bersama, Gurita Meraaaah…,” pemandu acara mempersilahkan Guri. Seluruh penghuni laut berbisik penuh curiga. “Aku tak pernah melihat Guri berlatih. Apa dia bisa sehebat kita?” celetuk Ubur-ubur. “Aku pernah memergokinya mengintip kita berlatih. Dan dia menolak saat kuajak bergabung,” kata Kuda Laut. “Ah… pasti dia akan melakukan atraksi sulap yang membosankan itu,” tebak Ular Laut. “Sttt… jangan begitu, teman-teman. Apapun itu, hargailah usaha Guri,” bela Putri Duyung. Di atas panggung, Guri mengenakan rambut palsu rumput lautnya. Membuat Raja Penyu dan penonton yang hadir tertawa geli. Guri mengeluarkan rumput laut, buah durian, nangka, dan susu cair untuk memasak. “Rumput laut yang bergizi ini akan menjadi bahan utama makanan ini,” jelas Gurita Merah. “Aku tidak suka rumput laut,” bisik Ikan Lepu Ayam yang duduk di barisan penonton. Guri mulai memasak. Cekatan dan sangat cepat. “Taraaa… selamat menikmati hidangan bergizi,” Guri merentangkan seluruh lengannya sambil membawa makanan. Delapan menu dari rumput laut tersaji menggugah selera. Ada puding karamel, es krim, es campur, manisan, mie pangsit, bakwan, kripik, dan permen lolipop disajikan dengan bentuk yang indah. Kecepatan memasak yang terlatih membuat Raja Penyu takjub. Rasa rumput laut yang nikmat, dengan tampilan lucu, membuat Raja Penyu melahap hingga tak bersisa. Guri pun mendapat gelar kehormatan sebagai koki cerdas. Ternyata Guri juga menyiapkan menu tersebut untuk seluruh penghuni laut yang hadir, termasuk teman-temanya. “Masakanmu lezat, Guri,” puji Putri Duyung membuat Guri tersipu malu. “Maafkan aku, Guri, karena meremehkanmu. Ternyata kamu lebih baik daripada aku,” sesal Ular Laut. “Ya, aku bahkan tak membantumu, padahal kau menyiapkan ini semua untuk kami,” sambung Ubur-ubur. “Aku memang ingin memberikan kejutan istimewa untuk kalian,” Gurita Merah tersenyum merentangkan lengan-lengannya. Ubur-ubur, Ular Laut, Putri Duyung dan Kuda Laut merapat dalam lengan Guri, mereka berpelukan. Sejak saat itu, mereka tak pernah lagi meremehkan teman-temannya. Dan persahabatan mereka semakin erat.   *** DwiDiraRahmawati http://dwidirarahmawati.blogspot.co.id/2013/11/kejutan-gurita-merah.html?m=1  
Read More
Blog

WASPADA KEKURANGAN VITAMIN D PADA WANITA BERHIJAB

Beberapa kali bertemu dokter David dari DF Clinic, yang selalu beliau tekankan adalah jangan sampai kekurangan vitamin D, apalagi karena saya berhijab. Awalnya sih ya ya aja, maklum belum terlalu mendalami juga tentang apa pentingnya vitamin D. Tapi setiap ketemu yang dibicarakan adalah vitamin D lagi, vitamin D lagi. Emang apaan sih vitamin D? Setau saya sih ada hubungannya dengan sinar matahari. Tapi sepenting apa vitamin D buat kita dan buat saya? Nah, jadi deh ngorek-ngorek lebih dalam soal si Vitamin D. Salah seorang teman saya di dunia bisnis secara bergurau “bertaruh”, berani ngasih martabak kalau kadar vitamin D dalam tubuh kita lebih dari standar. Pada umumnya, kadarnya jauh di bawah batas normal, yaitu di bawah 30 nmol/ L darah. Bahkan pada penderita kanker stadium 4, angkanya tidak lebih dari 4 nmol/ L darah. Wow, setelah ditelusuri, ternyata vitamin D mempunyai peran yang penting dalam menjaga kesehatan tubuh. Contohnya seperti mencegah penyakit diabetes, multiple sclerosis (sklerosis ganda), penyakit jantung, depresi, dan bahkan kanker. Ya ampun, kalau begitu pantas dokter David begitu peduli pada masalah kekurangan vitamin D. Terima kasih Dokter sudah mengingatkan saya yang awalnya santai aja. Ketika kebanyakan orang bisa berjemur membiarkan kulit terkena paparan sinar matahari langsung, maka tubuh mereka dengan sendirinya akan memproduksi vitamin D. Ini adalah sumber utama dari vitamin D. Lalu, bagaimana nasib kami yang tidak mungkin berjemur di sembarang tempat ini? Bahkan di rumah pun sulit kecuali rumah kita itu berhalaman luas yang dijamin tidak akan tampak aurat kalau diintip oleh tetangga. Dokter David memberi info bahwa kekurangan vitamin D pada wanita berhijab harus diatasi dengan meminum suplemen vitamin D dan disesuaikan dengan kebutuhan tubuh yang berbeda di tiap orangnya. Untuk memastikan hal tersebut, perlu dilakukan tes laboratorium dan nanti akan diperoleh berapa data dalam tubuh kita. Berdasarkan data tersebut, dokter akan memberikan saran pemberian vitamin tambahan sehingga kebutuhan minimal dapat terpenuhi. Selain berbagai penyakit yang bisa timbul akibat kekurangan vitamin D, ternyata kegemukan juga ada kaitannya lho. Kegemukan? Hihihi…(langsung lihat timbangan). Baiklah, tampaknya saya harus mengambil keputusan cepat untuk memeriksa kadar vitamin D dalam darah saya. Saya juga harus bijak dalam memilih makanan. Seperti yang dokter David katakan, “Kamu yang berubah atau penyakit yang akan menghentikan kamu!?” Ih serem…sumpah saya gak mau kehilangan kesempatan untuk sehat karena kelalaian saya menjaga kondisi tubuh. Terima kasih Dok, kata-kata itu akan selalu saya ingat. Ingin bertanya lebih banyak ke dokter yang asik ini? Dateng aja ke DF Clinic di Jalan Leumah Neundeut no.10 Bandung. Untuk janjian dengan dokter David atau dokter lain yang ada di klinik ini, silakan janjian dulu melalui 62-22-2010593.  
Read More
Blog

MELARIKAN DIRI ( CERITA ANAK )

[caption id="attachment_588" align="alignnone" width="300"] Guri si gurita yang ingin melarikan diri dari akuarium[/caption] Dari dalam akuarium Guri memandang pantai sambil termenung. Selama seminggu ini, hampir setiap hari gurita kecil berwarna merah itu melakukannya. “Sudahlah…lama-lama kau juga akan terbiasa tinggal disini” kata Kuri Kura-Kura. Sambil berkata, kura-kura itu berenang menemani Guri melihat pantai yang terpampang lewat jendela. “Iya, lagi pula Andi baik, ia tidak pernah telat memberi kita makan” timpal Kulo Kuda Laut sembari ikut mendekat. Kini mereka bertiga berenang berjejer. “Terima kasih kawanku yang baik, tapi aku tetap ingin kembali ke laut,” jawab Guri, “aku kangen mama dan papa” lanjutnya.Seminggu yang lalu, saat Guri berenang di pantai, Andi, seorang lelaki berkacamata menangkapnya. Lalu disinilah ia sekarang, dipelihara dalam sebuah akuarium kecil bersama Kuri Kura-Kura dan Kulo Kuda Laut. Dan satu lagi, Binbin, bintang laut yang hobinya tidur. Tidak beberapa lama pintu kamar terbuka. Andi masuk sambil membawa ember dan selang air. Dengan selang itu ia memindahkan sebagian air dalam akuarium ke ember. “Tenang saja, Andi hanya akan menguras akuarium, agar kita tetap nyaman…” jelas Kuri pada Guri yang terlihat panik. Setelah air dalam akuarium sudah banyak berkurang Andi membawa akuarium menuju atap. Kamar Andi terletak di lantai dua sebuah bangunan yang memiliki atap datar. Sesampainya di sana Andi memindahkan Guri dan kawan-kawan ke ember berwarna merah sebelum membersihkan akuarium. “Wahhh…segar sekali airnya” kata Binbin beberapa lama kemudian. Andi memang telah selesai menguras akuarium dan meletakkannya kembali di kamarnya. Tapi sayang, gorden jendela sudah ditutup, Guri tidak bisa lagi memandang pantai. Di luar langit telah gelap dan malam itu hujan turun dengan deras. “Dingin-dingin gini enaknya tidur, kawan” celetuk Binbin. Dasar Binbin hobinya tidur. Tetapi kali ini mereka semua sepakat dengannya. “Aku harus bisa kembali ke laut…” janji Guri di dalam hati sebelum beranjak tidur. Minggu berganti dan tidak terasa sudah sebulan Guri tinggal di akuarium bersama kawan-kawan barunya. Pada suatu pagi ada yang berbeda dengan Guri si gurita cilik berwarna merah ini. “Kamu kenapa sih, Gur? Kok kelihatan ceria banget?” tanya Kuri keheranan. “Iya nih, gak biasanya?” timpal Kulo ikut-ikutan. “Aku akan memberitahu kalian…” jawab Guri sok misterius. Kuri dan Kulo segera berenang mendekat karena penasaran. Binbin seperti biasa, tertidur pulas di dasar akuarium. “Sore ini aku akan keluar dari akuarium dan kembali ke laut” kata Guri sambil menggoyangkan tentakelnya. “Serius? Bagaimana caranya?” tanya Kuri setengah tak percaya. “Ada deh, pokoknya selama sebulan ini aku telah melakukan pengamatan. Dan kalian lihat mendung di langit itu?” kata Guri sambil menunjuk ke langit di luar, “Hujan malam ini akan turut membantuku menuju laut” sambungnya dengan mantap. “Hei, kalaupun kau bisa keluar, entah bagaimana caranya, diluar sangat berbahaya. Tidakkah kau dengar suara camar-camar? Paruh mereka sangat tajam” timpal Kulo. Kuri mengangguk-anggukan kepala tanda setuju dengan pendapat Kulo. “Aku sudah memikirkannya, jangan khawatir. Dan terima kasih kuucapkan kepada kalian kawan-kawanku yang baik, mungkin kita tidak akan bertemu lagi setelah ini” jawab Guri. Guri memulai aksi kaburnya dengan menyemprotkan banyak sekali tinta hitam ke air. Teman-temannya jengkel karena air menjadi kotor, tetapi memang itulah tujuannya. Begitu melihat akuarium Andi kaget. “Wah, kenapa bisa kotor sekali, perasaan baru beberapa hari yang lalu kukuras, ya sudah mumpung belum hujan aku bersihkan lagi” kata Andi. Seperti biasa, setelah mengurangi airnya, Andi membawa akuarium ke atap. Sebelum membersihkannya Andi memindahkan Guri dan kawan-kawan ke ember berwarna merah. Di ember berwarna merah itu Guri melakukan aksi keduanya. Ia menggunakan kemampuannya untuk menyesuaikan warna tubuhnya dengan ember. Apalagi warna tubuh Guri merah, sama dengan warna ember. Dengan menempel ke dinding ember ia menjadi sulit terlihat. Begitu akuarium bersih Andi memindahkan kembali semua hewan itu dari ember merah. Tetapi ternyata tidak semuanya, Guri masih tertinggal! Penyamaran gurita kecil itu tampaknya berhasil. Gerimis turun, Andi tidak sadar bahwa isi akuariumnya berkurang satu ekor gurita. Air di ember merah ia buang lewat pipa saluaran air dari atap. Wuss! Guri meluncur bersama air melewati pipa. Akhirnya ia sampai di selokan kecil di depan bangunan yang alirannya menuju ke pantai. Pelarian Guri sudah berhasil setengah jalan, tetapi air di selokan itu belum cukup membawanya ke pantai. “Hujan, turunlah! kalau kau tidak datang aku bisa mati disini…” pinta Guri sambil menengadahkan kepala. Hujan deras yang diharapkannya tidak juga datang, dari sore sampai tengah malam hanya gerimis saja. Semalaman Guri tidak tidur dan terus berdoa berharap hujan deras. Bras! Bras! Bras! Menjelang pagi hujan deras yang ditunggu datang. Guri kini berenang mengikuti arus air menuju pantai. Sesampainya di pantai matahari sudah mulai menampakkan diri. Ini adalah saat paling berbahaya! Karena pagi hari waktunya camar-camar mencari makan. Dan benar saja seekor camar menukik tajam, kepiting kecil di samping Guri menjadi korban pertama. Guri berenang sekuat tenaga menuju laut, namun camar tampaknya lebih cepat. Seekor camar kembali menukik ke arahnya. Melihat gerakan camar, Guri segera memutuskan salah satu tentakelnya. Dan berhasil, camar itu memilih untuk menancapkan paruhnya ke tentakel yang menggeliat seperti cacing. Akhirnya setelah memutuskan dua tentakelnya lagi Guri berhasil mengecoh camar dan sampai di tengah laut. “Untuk berhasil memang butuh pengorbanan” gumam Guri. Meskipun tentakelnya berkurang tiga ia puas karena berhasil kembali ke laut dengan selamat. Karena lelah dan semalaman tidak tidur Guri mengantuk dan mencari terumbu karang untuk istirahat. Baru sebentar terlelap tiba-tiba ada sesuatu yang membangunkannya. “Hei, Guri bangun! Kamu sudah kayak Binbin aja!” Guri terbangun dan kaget bukan kepalang. Didapatinya Kuri, Kulo, dan Binbin ada di depannya. “Ternyata kita bertemu lagi kawan” kata Kuri sambil tersenyum. Guri masih tidak percaya. “Tadi pagi Andi melepas kami ke pantai, sepertinya ia akan pindah” tukas Kulo melihat kekagetan Guri. Seketika Guri lemas, sedangkan Binbin sudah tertidur saja di dasar laut. Tamat     Penulis : Agung, pemenang 2 lomba menulis cerita anak https://dongengagung.wordpress.com/2013/12/02/melarikan-diri/
Read More
Blog

INDOGEST 2015 DI LONDON KARYA ANAK MUDA INDONESIA ( PPI LONDON )

Baru sebulan di London tiba-tiba ada info dari temen-temen kalo PPI London bakal ngadain INDOGEST dan butuh volunteer. Eh, acara apaan tuh? Kayaknya seru juga jadi bagian dari panitia acara di negeri antah berantah ini. Karena tertarik, jadilah kami berdelapan, mahasiswa MBA-CCE ITB, bergabung bantuin panitia. Ada yang di bagian medik, ada yang dokumentasi, dan ada yang di bagian bazaar. Sebelum hari H, 2 hari sebelumnya kami mengadakan pertemuan untuk membahas persiapan akhir. Kalo panitia intinya sih sudah bekerja mulai dari beberapa bulan sebelumnya. Kerja panitia untuk menyiapkan acara ini pastinya lumayan berat karena waktu yang singkat dan kesibukan kuliah, tapi akhirnya terbayar dengan suksesnya acara ini berjalan. Indogest 2015 adalah acara kompetisi olahraga fisik dan permainan unik, ditambah tampilan seni dan bazaar makanan khas Indonesia. Kompetisi olahraga meliputi pertandingan bulu tangkis, tenis meja, bola basket, dan sepak bola. Kompetisi permainan yang diadakan seperti catur, congklak, dan kartu. Sangat unik ya, bahkan di Indonesia kami sebagai mahasiswa hampir melupakan permainan tradisional yang seru ini. Di bagian bazaar makanan, hal yang seru adalah bisa menemukan dan membeli pecel, mie bakso, rujak cingur, sate ayam, siomay, dan sebagainya yang tidak bisa ditemukan setiap saat. Betul-betul saat yang langka untuk memanjakan lidah. Untuk menyiapkan stand makanan hingga siap berjualan adalah tanggung jawab panitia dan volunteer di bagian ini. Kami bahu-membahu menolong para peserta bazaar untuk bisa merapikan lapak secepatnya. Salut pada teman-teman yang sangat ringan tangan membantu, terutama membereskan 1 stand yang barangnya banyak banget, sebanyak barang untuk pindahan toko hehe… Namun di bagian bazaar makanan ini membawa cerita yang unik karena beberapa orang yang belanja makanan jadi terserang mules dan BAB beberapa kali. Semua yang mengalami ini merujuk ke sebuah jenis makanan yang sama-sama kami beli. Hal ini kami ungkapkan dalam tulisan ini agar selanjutnya pihak penjual makanan lebih menjaga kebersihan makanannya karena ini menyangkut nama baik PPI London dan acara INDOGEST. Sudahlah, kejadian di atas adalah “kenangan” yang akan kami ingat tapi tidak merusak kenangan indah tentang keseluruhan acara yang berjalan sukses. Kerja keras panitia patut diacungi jempol dan terima kasih kepada sponsor yang membantu kelangsungan acara ini, yaitu Garuda Indonesia dan Indofood. Pada saat bubar seusai acara, kami bisa tersenyum bahagia karena sudah menjadi bagian dari kumpulan mahasiswa Indonesia yang kreatif dan kompak saling membantu. Semoga INDOGEST 2016 mendatang bisa berjalan juga dan PPI London tetap kompak.  
Read More
Blog

GIVEAWAY KAOS GURITA, KAOS KASIH SAYANG UNTUK BLOGGER

Giveaway Kaos Gurita, Kaos Kasih Sayang Untuk Blogger Bulan Februari konon bulan kasih sayang. Sayang itu bisa antara aku dan kamu… Sayangnya orang tua kepada anak… Sayangnya pada keluarga dan sahabat… Juga sayang antara Kaos Gurita dan Blogger Indonesia ! #eaa Masih banyak sisi rasa sayang yang bisa kita gali. Salah satunya sayang pada sesama manusia. Ada orang di sekitar kita yang hidupnya penuh keberuntungan sehingga menjadi inspirasi, dan juga ada yang hidupnya jauh dari kecukupan tapi tetap berjuang demi keluarga dan lingkungannya. Mereka patut mendapat rasa sayang kita. Langsung aja ya, kali ini Kaos Gurita ingin mengadakan Giveaway dalam rangka rasa sayang tadi. Syarat dan ketentuan Giveaway : Tema (dipilih salah 1 saja) : 1. Kaos Gurita Sahabat Blogger (Blogger dipersilakan narsis di Toko Kaos Gurita Jl. Karapitan 89 Bandung). Penulis berhak mendapatkan kaos “Blogger Itu Hebat” secara gratis ! 2. Tokoh Inspiratif Di Sekitar Kita. Kaos Gurita akan memberikan kaos kepada tokoh tersebut dan penulis berkah mendapatkan kaos “Blogger Indonesia Itu Romantis” secara gratis ! Semua tulisan menceritakan tentang Toko Kaos Gurita di Jalan Karapitan 89 Bandung, baik sekilas ataupun lebih detail (bebas tergantung isi tulisan). Jangan lupa mencantumkan foto memakai kaos Blogger Gurita atau Kaos Gurita lainnya ya… Deadline Giveaway 20 Februari 2016 Pada akhir postingan sertakan “Tulisan ini diikutkan dalam Giveaway Kaos Gurita Sayang Blogger” Kaos Gurita diberi link http://kaosgurita.com Semua postingan akan dimasukkan ke dalam blog kaosgurita.com dengan mencantumkan nama penulis dan blognya. Buat yang sudah mengirimkan tulisannya berhak mendapat kaos Gurita edisi Blogger dengan desain lainnya dan voucher belanja di Toko Kaos Gurita Karapitan sebesar Rp. 200 ribu rupiah! Cuma untuk yang tercepat ngirim tulisan ya hehehe… Selamat berkarya blogger-blogger hebat dan romantis! Kaos asik untuk blogger yang bertuliskan : Blogger Indonesia Itu Romantis. Kaos Blogger Itu Hebat
Read More
Blog

DODOL AJA PIKNIK, MASA KITA NGGAK?

  Garut adalah nama sebuah kabupaten dan kota di provinsi Jawa Barat-Indonesia. Yang paling diingat orang sejak jaman dulu dari Garut adalah dodol dan domba. Antara dodol dan domba ngga ada hubungan sebab akibat sih kayaknya… Dodol bukan makanan domba dan domba bukan pula bahan baku dodol hehe… Ada sebuah merk dodol yang paling legendaris di Garut, yaitu Dodol Picnic. Merk ini sering jadi meme yang menyebutkan, “Dodol aja Picnic, masa kamu enggak?”. Hihihi pernah tau kan guyonan itu? Nah, kalau cerita di atas adalah guyonan, Gurita mau cerita yang seriusan. Kalau kebetulan lagi berkunjung ke Garut, kita bisa mampir ke Pabrik Dodol Picnic yang berlokasi di Jl. Pasundan Garut lho… Walau tidak bisa masuk ke dalam ruangan produksi, kita bisa mengintip kegiatan para pekerja di pabrik ini. Pembuatan dodol di pabrik ini sebagian sudah memakai mesin, jadi cairan bahan dodol tidak diaduk oleh tangan saja tapi juga ada mesin pengaduk besarnya. Kalau urusan pembungkusan dan pengepakan, masih mengandalkan keahlian tangan manusia untuk kemasan yang klasik. Untuk kemasan modern, pastinya sudah menggunakan bantuan mesin.   Ada hal yang unik saat para pekerja bekerja di pabrik ini. Mungkin untuk memberi semangat, ternyata saat jam kerja, di ruangan produksi dodol distel musik yang sangat keras. Ada lagu dangdut dan lagu lainnya. Wah, ide yang keren juga ya untuk menambah semangat karyawan.

Selain area produksi, di dalam kompleks pabrik ini juga terdapat sebuah toko yang merupakan gerai oleh-oleh dodol bermerk Picnic ini. Varian produk dodolnya juga beraneka ragam. Dari rasa klasik yang sudah sejak dulu ada, saat ini ada varian rasa buah-buahan, rasa kopi, susu, dan masih banyak lagi.Untuk menambah wawasan, kalau berkunjung ke Garut, mampir aja ke pabrik ini. Lokasinya mudah dijangkau lho…

 
Read More